Informasi peraturan permainan Kriket Yang Perlu Anda Ketahui

Peraturan permainan kriket merupakan syarat dan ketentuan yang menentukan jalannya suatu pertandingan. Meskipun kriket mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, olahraga ini memiliki sejarah panjang dan merupakan bagian penting dari budaya olahraga di berbagai negara, terutama di Inggris dan negara-negara persemakmuran. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa aturan dasar dalam permainan kriket yang perlu Anda ketahui.

Kriket adalah salah satu olahraga yang jarang dimainkan di lingkungan sekolah atau masyarakat umum di banyak negara. Namun, popularitasnya terus meningkat, dan banyak orang mulai mengenal dan menyukai olahraga ini karena daya tariknya yang unik dan dinamis. Seperti halnya permainan kasti, kriket juga menggunakan bola sebagai elemen sentralnya, tetapi peraturan dan mekanisme permainannya jauh lebih rumit dan beragam.

Dalam artikel ini, kami akan menyajikan informasi tentang aturan dasar permainan kriket, termasuk ringkasan peraturan permainan Kriket, jumlah pemain, jumlah putaran, aturan akhir pertandingan, dan peraturan permainan Kriket tentang cara menghitung poin. Semoga dengan pemahaman lebih mendalam tentang aturan kriket, Anda dapat lebih menikmati dan mengapresiasi olahraga yang menarik ini.

Pengantar Kriket

Dalam bahasa Inggris, olahraga kriket lebih dikenal sebagai “the gentleman’s game” atau permainan bola kecil. Kriket adalah olahraga tim yang dimainkan dengan bola dan tongkat kayu yang disebut bat. Pertandingan kriket dilakukan secara beregu, dengan minimal dua regu yang terdiri dari pemain-pemain yang bermain bergantian sebagai pemukul dan penjaga bola.

Pengantar Kriket
Pengantar Kriket

Setiap regu dalam kriket biasanya terdiri dari sebelas pemain. Mereka dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu pemain yang bertugas memukul dan mencetak poin, dan pemain yang bertugas mengeluarkan pemain lawan atau membatasi perolehan poin tim lawan. Saat satu regu bertugas memukul, regu lainnya berfungsi sebagai tim penjaga bola.

Mirip dengan permainan kasti, kriket juga menggunakan bola yang relatif kecil, serta pemain yang berada dalam posisi bertahan dan menyerang. Ukuran bola yang digunakan dalam kriket lebih kecil dibandingkan dengan bola olahraga lainnya, sehingga membutuhkan keterampilan khusus untuk mengatasi bola yang bergerak dengan cepat dan dalam berbagai arah.

Salah satu komponen kunci dalam kriket adalah tongkat kayu yang digunakan untuk memukul bola, yang disebut bat. Pemain yang bertugas memukul harus berusaha mencetak poin dengan menjalankan ke dua ujung lapangan yang dikenal sebagai crease. Pemain dari tim penjaga bola berusaha mengeluarkan pemain dari tim lawan dengan berbagai cara, seperti menjebaknya di crease atau menangkap bola yang dipukulnya sebelum menyentuh tanah.

Peraturan Permainan Kriket Terperinci untuk Pemain Baru

Meski penjelasannya seperti di atas, permainan kriket ini memiliki aturan tertentu dan berikut ulasannya:

Peraturan Permainan Kriket Terperinci untuk Pemain Baru
Peraturan Permainan Kriket Terperinci untuk Pemain Baru

1. Ringkasan peraturan permainan Kriket

Kriket memiliki aturan dan tata tertib yang mengatur jalannya pertandingan. Sebelum pertandingan dimulai, ada langkah penting yang harus diambil untuk menentukan tim atau kelompok mana yang akan memulai sebagai pemain pertama, dan langkah ini dilakukan melalui proses undian koin.

Proses undian koin menjadi momen yang menegangkan sebelum pertandingan dimulai. Masing-masing kapten dari kedua tim yang akan berlaga berkumpul di tengah lapangan, dan dengan wajah serius mereka siap melakukan undian untuk menentukan siapa yang akan menjadi tim batting (menyerang) dan tim fielding (bertahan) terlebih dahulu. Kapten dari masing-masing tim membawa koin yang akan digunakan untuk undian ini.

Seorang wasit, yang bertindak sebagai pengawas utama dan penentu dalam pertandingan, hadir untuk menyaksikan proses undian ini. Peran wasit sangat penting untuk memastikan integritas dan keadilan dalam seluruh pertandingan kriket. Dengan kehadiran wasit, diharapkan tidak akan ada kesempatan bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan atau mempengaruhi hasil undian.

Ketegangan pun meningkat ketika koin dilemparkan ke udara oleh salah satu kapten. Semua mata tertuju pada koin itu, seakan-akan seluruh takdir pertandingan berada di atas koin itu. Koin berputar, dan kapten yang melakukan undian menyatakan pilihannya sebelum koin jatuh kembali ke tanah. Wasit dengan cermat mengawasi proses ini untuk memastikan bahwa koin dilemparkan dengan benar dan tidak ada manipulasi.

Setelah koin mendarat, wasit mengumumkan hasil undian tersebut dengan tegas. Tim yang memenangkan undian memiliki hak untuk memilih apakah mereka ingin menjadi tim batting atau tim fielding terlebih dahulu. Keputusan ini strategis, karena tim batting berupaya mencetak sebanyak mungkin poin, sementara tim fielding berjuang untuk mengeluarkan pemain lawan dan membatasi perolehan poin mereka.

2. Jumlah Pemain

Jumlah pemain yang ada dalam permainan cricket ini per satu timnya terdiri dari 13 pemain. Mereka semua terdiri dari 11 orang inti dan berposisi di lapangan inti permainan dan dua lainnya sebagai pemukul. 

Selain pemain, ada juga 2 wasit yang mengatur jalannya permainan kriket. Lalu dalam satu tim juga ada satu kapten yang menentukan strategi terbaik saat bermain kriket ini. Selain kapten ada beberapa pemain yang memiliki peran tertentu dan berikut ulasannya:

  • Bowler : Pemain yang tugasnya melempar bola ke lawan. 
  • Batsman : pemain yang punya tugas memukul bola. 
  • Wicker keeper : orang yang menangkap bola yang tidak bisa dipukul. Oleh pemain. Ini terjadi karena bola tersebut berasal dari tim lawan. 
  • Fielders: Pemain yang tugasnya menangkap bola dari pukulan tim lawan. 
  • Gully : Pemain yang bertugas untuk menangkap bola yang telah dipukul jauh oleh tim lawan. 
  • Mid on dan Mid off : Sebutan ini berupa tangan kanan dan tangan kiri batsman. 
  • Slips : Pemain yang posisinya berdiri di belakang gabung dan lebih tepatnya ada di area pemukul dan third man. 
  • Long on dan long off : Pemain yang bertugas di sebelah kiri dan kanan bowler. 

3. Jumlah Putaran

Salah satu aspek menarik dalam permainan kriket adalah jumlah putaran atau innings yang terjadi dalam setiap pertandingan. Putaran ini menjadi bagian penting dalam menentukan jalannya pertandingan dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Setiap putaran memiliki karakteristik dan tujuan tersendiri, yang membuat pertandingan kriket menjadi lebih menarik dan dinamis.

Dalam setiap pertandingan kriket, ada satu hingga dua putaran yang berlangsung, tergantung pada format permainan yang diadopsi. Dalam format pertandingan uji coba atau Test match, setiap tim berkesempatan untuk melakukan dua putaran. Putaran pertama dimulai dengan satu tim sebagai tim batting, sementara tim lainnya menjadi tim fielding.

Putaran kedua dilakukan dengan peran tim-tim tersebut dibalik. Tim yang melakukan batting di putaran pertama akan menjadi tim fielding, dan sebaliknya. Tujuan dari format dua putaran ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi kedua tim untuk bermain di berbagai kondisi lapangan, seperti cuaca, waktu, dan kondisi bola yang berbeda.

Jumlah Putaran
Jumlah Putaran

Sementara itu, dalam format One Day Internationals (ODIs) dan Twenty20 (T20), biasanya hanya ada satu putaran per tim. Durasi permainan yang lebih pendek dalam format ini membuat hanya satu putaran yang memadai untuk menentukan pemenang pertandingan. Tim yang mencetak poin lebih banyak pada putaran tunggal ini akan menjadi pemenangnya.

Dalam setiap putaran, para pemain menghadapi tantangan yang berbeda dan harus menerapkan strategi yang berbeda pula. Tim yang bermain sebagai tim batting berusaha untuk mencetak sebanyak mungkin poin dengan melepaskan pukulan yang tepat dan berlari cepat antar tiang lapangan. Pemain harus bermain cerdas dan menghindari kehilangan wicket (pemain terkena bola dan keluar dari lapangan).

Di sisi lain, tim yang menjadi tim fielding memiliki tanggung jawab untuk mengeluarkan pemain lawan dengan berbagai cara, seperti menjebaknya di crease atau menangkap bola yang dipukulnya sebelum menyentuh tanah. Pemain fielding harus siap dan cepat merespons setiap situasi, karena setiap poin yang didapatkan oleh tim lawan bisa menjadi perbedaan antara kemenangan dan kekalahan.

Dalam pertandingan kriket, para pelatih atau manajer tim tidak diizinkan ikut campur selama permainan berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan penuh bagi para pemain untuk menerapkan keterampilan dan strategi mereka tanpa campur tangan dari pihak luar. Selain itu, aturan ini juga menghargai semangat kompetitif dan keadilan dalam olahraga, karena kriket bukan sekadar tentang menang, tetapi juga tentang bagaimana permainan dijalankan dengan integritas dan sportivitas.

4. Aturan Akhir Pertandingan

Pertandingan bisa disebut berakhir jika sudah menyelesaikan satu innings. Selain itu, aturan lain permainan yang berakhir jika kapten tim menghentikan innings yang masih berjalan. Ini dilakukan sebagai strategi kapten dimana skor permainan sudah cukup banyak. 

Umumnya cuaca buruk dapat mempengaruhi permainan kriket dari kedua tim. Jika kondisinya demikian maka wasit bisa saja menghentikan permainan ketika cuaca sudah kurang mendukung. Berakhirnya pertandingan bisa juga karena telah mencapai skor dan telah memenangkan pertandingan. 

5. Peraturan Permainan Kriket Tentang Cara Menghitung Poin

Perhitungan poin atau skor dalam permainan kriket ini dilakukan dalam dua bentuk meliputi run dan over. Run dihitung ketika ada pemain dari tim batting melakukan perpindahan. Proses tersebut dilakukan diantara dua tiang kecil dan mencetak poin dalam permainan. 

Sedangkan over adalah satu waktu yang dihitung ketika seorang bowler melemparkan bola. Ketika satu over selesai maka bowler lainnya melakukan bowling.  Para pemenang dalam permainan adalah tim yang memiliki poin lebih banyak dengan waktu yang telah ditentukan. Lalu lamanya permainan tergantung pada mode permainan yang ada. 

Dalam permainan ini ada beberapa istilah seperti test match, twenty20 dan One Day Internationals (ODIs). Test match merupakan permainan yang berlangsung selama lima hari. Sedangkan T20 dan ODIs match ini memiliki batasan waktu tertentu dan durasinya terbilang pendek. 

Pengalaman Kriket Untuk Diingat

beberapa pengalaman kriket yang membawa emosi mendalam dan kebahagiaan sejati.

Pengalaman Kriket Untuk Diingat
Pengalaman Kriket Untuk Diingat

1. Momen Kemenangan Piala Dunia ICC

Piala Dunia ICC adalah turnamen kriket paling prestisius dan diidamkan oleh setiap negara peserta. Setiap empat tahun sekali, tim-tim terbaik di dunia bersaing untuk meraih gelar juara. Momen-momen kemenangan saat tim mengangkat trofi juara adalah momen yang tidak akan pernah terlupakan.

Ingatan akan sorakan dari jutaan penggemar yang merayakan kemenangan tim mereka menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi para pemain. Momen-momen ini tidak hanya menyatukan tim, tetapi juga seluruh negara dalam semangat kebanggaan dan persatuan.

2. Century yang Menakjubkan

Mencetak “century” atau mencatat 100 poin dalam satu pertandingan kriket adalah pencapaian luar biasa bagi setiap pemain. Saat seorang pemain mencapai rekor pribadi ini, perasaan kegembiraan dan kepuasan akan mengalir di hati mereka.

Momen ketika pemain itu mencetak century, terlebih lagi di saat-saat kritis pertandingan, menciptakan pengalaman yang mendalam dan memberi pengaruh positif pada semangat tim. Pencapaian individu ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemain itu sendiri, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi rekan satu tim dan para penggemar.

3. Hat-Trick yang Spektakuler

Hat-trick adalah momen yang menakjubkan di dunia kriket, di mana seorang bowler berhasil mengeluarkan tiga pemain lawan dengan tiga lemparan berturut-turut. Momen ketika seorang bowler mencapai hat-trick adalah saat-saat langka yang memicu euforia di antara penggemar kriket.

Setiap hat-trick adalah bukti keahlian dan keterampilan yang luar biasa dari seorang bowler. Tidak hanya para pemain, tetapi juga penonton merasa tercengang oleh momen-momen keajaiban ini, yang seringkali menjadi titik balik dalam pertandingan.

Kesimpulan

Kriket adalah olahraga yang menarik dengan aturan dan peraturan khusus. Dalam pertandingan, tim ditentukan melalui undian koin oleh kapten masing-masing tim. Jumlah pemain dalam satu tim adalah 13 orang, terdiri dari 11 pemain inti dan dua pemukul. Setiap pemain memiliki peran khusus, seperti bowler, batsman, wicket keeper, fielders, dan lainnya. 

Setiap pertandingan kriket memiliki satu hingga dua putaran tergantung pada format pertandingan. Adanya aturan tertentu memastikan fair play dan semangat kompetitif dalam olahraga ini. Dengan memahami aturan kriket, para pemain dan penggemar dapat menikmati dan menghargai olahraga ini dengan lebih baik.